Kenapa Pot dari Sisa Kayu Bengkirai Itu Menarik? 🌿
Pernah nggak, habis proyek bikin decking atau pagar, lihat tumpukan sisa potongan kayu bengkirai di sudut garasi? Biasanya dibiarkan saja, atau malah mau dibuang. Padahal, kayu bengkirai itu kuat, seratnya cantik, dan harganya nggak murah! Sayang banget kalau cuma jadi kayu bakar.
Cerita nyata nih, Bu Sari di Depok punya sisa 5 batang bengkirai ukuran 2×10 dari proyek teras. Daripada bingung, beliau iseng cari tutorial pot bunga kayu di YouTube. Hasilnya? Sekarang teras rumahnya dihiasi 3 pot bunga dari kayu bengkirai yang kokoh dan estetik. Tamu-tamu selalu tanya, “Belinya di mana, Bu?” 😊
Nah, artikel ini khusus buat kamu yang:
Punya limbah kayu bengkirai dan bingung mau diapakan.
Suka DIY pot kayu tapi takut ribet.
Pecinta tanaman hias yang ingin pot anggrek DIY yang aerasi bagus.
Tinggal di perkotaan seperti Jakarta, yang butuh proyek kreatif di akhir pekan.
Kita akan bahas tutorial sederhana dari nol sampai jadi. Alatnya minim, bahannya dari limbah, tapi hasilnya bisa bikin tanaman makin happy. Yuk, kita mulai!
Mengenal Kayu Bengkirai: Kelebihan, Kekurangan, dan Cocoknya untuk Pot 📦
Sebelum mulai, kenalan dulu sama bahannya. Kayu bengkirai itu kayu keras lokal (hardwood) yang terkenal awet. Biasanya dari Kalimantan, warnanya kuning kecoklatan, seratnya jelas dan maskulin. Ini bukan kayu yang mudah lapuk.
Kelebihan kayu bengkirai untuk pot:
✅ Kuat & Awet: Bisa tahan tahunan, apalagi kalo dirawat.
✅ Tahan Cuaca: Cocok untuk pot outdoor karena tahan panas dan hujan.
✅ Serat Cantik: Tampilan naturalnya sudah aesthetic, nggak perlu hiasan ribet.
✅ Tahan Rayap & Jamur (secara alami).
Kekurangan yang harus diwaspadai:
⚠️ Berat: Kalau pot besar, siap-siap angkatnya butuh tenaga.
⚠️ Bisa Retak: Kalau kadar airnya masih tinggi dan langsung kena matahari.
⚠️ Perlu Finishing: Biar makin tahan cuaca, terutama di Jakarta yang panas-hujan ekstrem.
Jenis pot apa yang cocok?
Pot Kotak Sederhana: Untuk tanaman hias daun (aglaonema, sirih gading).
Pot Anggrek Kayu Bengkirai: Model bercelah, karena akar anggrek butuh sirkulasi udara.
Pot Minimalis: Cocok banget buat dekorasi kafe atau ruang kerja.
Kalau kamu punya sisa kayu bengkirai, itu sudah cukup. Kalau nggak punya, bisa beli kayu bengkirai baru di tempat jual kayu Jakarta.
Persiapan Bahan: Memilih Sisa Kayu Bengkirai yang Aman dan Layak Pakai 🔍
Jangan asal pakai kayu sisa! Ada beberapa hal yang perlu dicek:
1. Sumber sisa kayu:
Dari proyek renovasi rumah (decking, pagar, kusen).
Sisa potongan di tempat jual kayu bengkirai atau toko kayu (kadang bisa minta atau beli murah).
Dari tukang kayu langganan.
2. Checklist kualitas:
❌ Tolak yang lapuk: Tekan pakai kuku, kalau lembek, berarti sudah rusak.
❌ Hindari yang banyak mata kayu besar: Bisa copot nanti.
❌ Cek jamur: Jamur putih tipis masih aman, tapi jamur hitam tebal sebaiknya dihindari.
✅ Pilih yang lurus: Lebih mudah diratakan dan dirakit.
3. Bersihkan dari logam!
Ini penting banget. Sisa paku atau sekrup bisa bikin mata gergaji atau bor kamu patah. Pakai detektor logam sederhana atau raba pelan-pelan.
4. Keringkan kalau perlu:
Kalau kayu masih terasa berat dan lembap, jemur dulu 2-3 hari. Biar nggak mudah melengkung setelah jadi pot.
Prinsipnya dalam DIY dari limbah: Kita yang menyesuaikan desain dengan bahan yang ada, bukan sebaliknya. Jadi, lihat dulu sisa kayumu seperti apa, baru tentukan model potnya.
Alat dan Material Tambahan yang Dibutuhkan (Versi Pemula) 🛠️
Nggak perlu alat mahal! Ini daftarnya:
📌 Alat Inti (harus ada):
Gergaji (bisa gergaji tangan atau jigsaw kalau mau lebih mudah).
Bor dan mata bor kayu (ukuran kecil untuk sekrup, besar untuk lubang drainase).
Obeng (biasa atau listrik).
Amplas (grid 80, 120, 180).
Penggaris/siku dan pensil.
📌 Material Penyambung:
Sekrup anti karat (stainless steel atau galvanized). Ukuran 3-4 cm cukup.
Lem kayu waterproof (merk apa saja).
Bracket L (opsional, untuk pemula yang ingin sambungan ekstra kuat).
📌 Bahan Finishing & Perlindungan:
Clear coat outdoor (polyurethane/water based) atau wood stain.
Kuas.
Dempul kayu (wood filler) kalau ada retak ingin ditutup.
📌 Komponen Drainase:
Mata bor besar (10-15mm) atau hole saw.
Kain paranet atau jaring plastik (untuk alas media tanam).
Tips: Kalau nggak punya alat potong, bisa minta tolong potong di tempat jual kayu terdekat saat kamu membeli kayu. Banyak toko kayu Jakarta yang menyediakan jasa potong.
Desain Pot yang Akan Dibuat: Pilih Model Sesuai Tanaman dan Sisa Kayu ✏️
Mari kita pilih desain yang masuk akal dengan bahan terbatas:
🌿 Model 1: Pot Kotak Sederhana (Box Planter)
Cocok untuk: Tanaman hias daun, bunga kecil.
Karakter: 4 sisi + dasar. Paling mudah untuk pemula.
Ukuran contoh: Tinggi 20cm, panjang 30cm, lebar 30cm.
🌺 Model 2: Pot Anggrek Kayu Bengkirai (Slatted Planter)
Cocok untuk: Anggrek, tanaman epifit lain.
Karakter: Sisi dibuat dari bilah-bilah berjarak (ada celah).
Keunggulan: Aerasi bagus, akar nggak mudah busuk.
🪴 Model 3: Pot Mini Meja (Desk Planter)
Cocok untuk: Sukulen, kaktus, tanaman kecil.
Karakter: Ukuran mini, dari sisa potongan sangat pendek.
Bisa ditaruh di atas meja kerja atau jendela dapur.
Langkah awal:
Ukur semua sisa kayu bengkirai yang kamu punya.
Tentukan mau buat pot untuk tanaman apa.
Buat sketsa sederhana di kertas, lengkap dengan ukuran tiap panel.
Hitung kebutuhan potongan: Berapa banyak untuk sisi, berapa untuk dasar.
Contoh: Kalau punya sisa papan tebal 2cm, lebar 15cm, panjang 40cm, bisa dibuat menjadi pot kotak kecil ukuran 15x15x20cm.
Langkah 1 — Ukur, Tandai, dan Potong Kayu Bengkirai 📐
Sekarang, waktunya action!
1. Tentukan ukuran final.
Misal, kita buat pot kotak:
2 panel sisi panjang: 30cm (misal)
2 panel sisi pendek: 30cm
1 panel dasar: 28cm x 28cm (karena masuk ke dalam rangka)
2. Tandai dengan presisi.
Gunakan siku besi agar sudutnya 90 derajat.
Tandai dengan pensil tajam.
Beri tanda “X” pada bagian yang akan dibuang, biar nggak salah potong.
3. Potong dengan hati-hati.
Klem kayu di meja sebelum dipotong.
Pakai kacamata pelindung.
Untuk kayu bengkirai yang keras, potong pelan-pelan. Jangan terburu-buru.
4. Susun hasil potongan.
Susun seperti puzzle: 4 sisi berdiri, 1 dasar. Pastikan semua potongan sudah sesuai sketsa.
Tips untuk pemanfaatan limbah kayu: Kalau punya banyak potongan pendek, kamu bisa gabungkan menjadi satu panel dengan bantuan bilah penyangga di belakangnya. Jadi nggak perlu papan utuh.
Langkah 2 — Amplas dan Rapikan Tepi (Biar Tidak Serpihan) ✨
Kayu yang sudah dipotong pasti punya tepian yang tajam. Ini bahaya untuk tangan dan bikin tampilan kurang rapi.
Urutan mengamplas yang benar:
Amplas kasar (grid 80-100): Untuk menghaluskan bekas potongan dan permukaan yang sangat kasar.
Amplas medium (grid 120-150): Untuk meratakan hasil amplas kasar.
Amplas halus (grid 180-220): Untuk hasil akhir yang halus dan siap di-finish.
Fokus pada:
Semua tepi dan sudut: Amplas hingga tidak tajam. Bisa dibulatkan sedikit.
Permukaan yang akan tampil: Depan dan atas pot.
Bersihkan debu: Pakai kuas atau lap lembap. Pastikan bersih sebelum ke langkah perakitan.
Amplasan ini bikin pot bunga dari kayu bengkirai terlihat seperti buatan profesional, bukan sekadar karya dari limbah.
Langkah 3 — Rakit Badan Pot (Metode Sekrup Paling Praktis) 🔩
Ini bagian yang menyenangkan! Potongannya mulai bersatu.
Teknik perakitan yang saya rekomendasikan:
Step A: Pre-drill (Lubangi Panduan)
Kenapa perlu? Agar kayu bengkirai tidak pecah saat sekrup dimasukkan.
Gunakan mata bor yang lebih kecil dari diameter sekrup (misal sekrup 3mm, pakai mata bor 2mm).
Bor lubang di posisi sekrup akan masuk.
Step B: Aplikasi Lem Kayu
Oleskan lem kayu waterproof di sisi yang akan disambung.
Jangan kebanyakan, nanti meleleh keluar.
Step C: Sekrup dan Rakit
Sambungkan dua panel membentuk sudut L. Pegang kuat atau pakai clamp.
Masukkan sekrup anti karat di lubang yang sudah di-pre-drill. Kencangkan.
Lanjutkan dengan panel ketiga dan keempat.
Step D: Cek Kesesikuan
Setelah keempat sisi terpasang, ukur diagonalnya.
Kalau panjang diagonal sama, berarti pot Anda persegi sempurna.
Bisa juga pakai siku besi untuk mengecek tiap sudut.
Opsi untuk pemula yang takut tidak kuat: Pasang bracket L di setiap sudut bagian dalam. Ini bikin pot jadi sangat kokoh!
Langkah 4 — Buat Dasar Pot dan Sistem Drainase yang Benar 💧
Ini langkah krusial! Pot yang sehat butuh drainase baik.
Opsi Dasar 1: Papan Utuh + Lubang
Pasang papan dasar ke keempat sisi pot.
Bor 4-6 lubang drainase di dasar tersebut (pakai mata bor 10-12mm).
Ini cocok untuk tanaman yang butuh media agak lembap.
Opsi Dasar 2: Bilang Berjarak (Slatted Base)
Pasang beberapa bilah kayu kecil (2-3cm) sebagai dasar, dengan jarak 1cm antar bilah.
Ini sangat cocok untuk pot anggrek kayu bengkirai karena air tidak akan menggenang.
Tambahkan kain paranet di atas bilah sebelum isi media, agar media tidak jatuh.
Tambahkan Kaki Pot:
Beri 4 potongan kecil kayu atau karet di setiap sudut bawah.
Fungsinya: Memudahkan aliran air keluar dan mencegah dasar pot langsung menempel tanah yang lembap.
Drainase yang baik adalah kunci agar pot kayu tidak cepat lapuk dan akar tanaman tidak membusuk.
Langkah 5 — Finishing Kayu Bengkirai Agar Tahan Lama (Indoor vs Outdoor) 🎨
Kayu bengkirai memang kuat, tapi finishing bikin umurnya lebih panjang dan penampilan lebih kinclong.
Untuk Pot Outdoor (teras, taman):
Pilihan terbaik: Clear coat outdoor dengan UV protection.
Aplikasi: Amplas halus → bersihkan debu → kuas 1 lapis tipis → keringkan → amplas ringan → lapis ke-2 → keringkan → lapis ke-3 (opsional).
Fokus pada: Seluruh permukaan luar, terutama bagian dalam atas (yang kena air siraman) dan semua sambungan.
Untuk Pot Indoor (ruang keluarga, kamar):
Bisa pakai clear coat water-based yang rendah bau.
Atau biarkan natural, cukup diamplas halus. Karena tidak kena hujan, lebih aman.
Catatan penting:
Biarkan curing total! Setidaknya 2-3 hari sebelum diisi tanah dan tanaman.
Jangan gunakan wood stain gelap kalau pot untuk outdoor panas. Bisa menyerap panas dan membakar akar.
Kalau ingin warna, pilih stain terang dan tetap beri top coat clear di atasnya.
Finishing adalah investasi kecil untuk pot kayu bengkirai awet bertahun-tahun.
Artikel Terkait: Rahasia Bengkirai Lokal: Kayu Super Tropis yang Mengalahkan Kayu Impor!
Versi Khusus: Pembuatan Pot Anggrek DIY dari Kayu Bengkirai (Model Berongga) 🌸
Anggrek punya kebutuhan khusus. Mereka benci kaki basah! Pot anggrek kayu bengkirai adalah solusi elegan.
Kenapa anggrek suka pot kayu bercelah?
Akar butuh cahaya dan udara.
Media (biasanya pakis/arang) harus cepat kering.
Pot kayu memberikan stabilitas dan estetika alami.
Desain Simpel Pot Anggrek:
Buat Bingkai: Seperti pot kotak, tapi tanpa panel penuh. Hanya bingkai dari 4 balok.
Bilah Vertikal/Horizontal: Pasang bilah-bilah kayu kecil (2x2cm) di sekeliling bingkai dengan jarak 1.5-2cm.
Dasar: Gunakan dasar bilah berjarak seperti yang sudah dijelaskan.
Pengait: Tambahkan ring atau kawat di sisi pot untuk digantung.
Ukuran Rekomendasi:
Untuk anggrek bulan (Phalaenopsis): Diameter 15-20cm, tinggi 15cm.
Jarak antar bilah: 2cm cukup ideal.
Media Tanam: Pakai campuran arang dan pakis. Jangan terlalu padat!
Pot ini bakal jadi kebanggaan koleksi anggrek kamu. Cocok untuk diletakkan di teras rumah atau jadi dekorasi vertical garden.
Ide Kreatif Membuat Pot dari Limbah Kayu Bengkirai (Biar Tidak Cuma Model Kotak) 🚀
Sudah mahir bikin pot kotak? Saatnya berkreasi!
1. Pot Susun (Stacked Planter):
Buat 3-4 pot kotak dengan ukuran berbeda.
Susun bertingkat seperti tangga.
Cocok untuk balkon apartemen Jakarta yang sempit.
2. Pot dengan Kaki (Standing Planter):
Tambahkan 4 kaki tinggi dari sisa balok.
Tampilan jadi seperti meja kecil.
Tanaman merambat (seperti jasmine) akan terlihat dramatis.
3. Pot Dinding (Wall Planter):
Buat pot setengah lingkaran atau kotak tipis.
Pasang bracket kuat di belakangnya.
Buat rangkaian beberapa pot di dinding untuk vertical garden.
4. Tekstur Shou Sugi Ban (Sederhana):
Dengan blow torch kecil, bakar permukaan kayu secara ringan.
Gosok dengan sikat kawat hingga serat terlihat.
Beri clear coat.
Hasilnya: tampilan vintage dan sangat unik!
Dengan ide kreatif pot kayu, limbahmu bisa jadi karya seni fungsional.
Perawatan Pot Kayu Bengkirai: Biar Awet Bertahun-tahun 🔄
Pot sudah selesai, tanaman sudah tumbuh subur. Sekarang, bagaimana merawat potnya?
Rutinitas Perawatan:
Bersihkan secara berkala: Lap bagian luar dari debu dan tanah.
Cek sambungan: Pastikan tidak ada sekrup yang kendur.
Angkat pot sesekali: Cegah kaki pot menempel terus di lantai basah.
Kapan Perlu Re-coat Finishing?
Saat air siraman tidak lagi membentuk droplet, tapi langsung meresap.
Terlihat warna kayu memudar atau berubah jadi abu-abu.
Idealnya, setiap 1-2 tahun untuk pot outdoor.
Perbaikan Retak Kecil:
Bersihkan retak.
Isi dengan wood filler.
Amplas setelah kering.
Lapis ulang dengan clear coat di area tersebut.
Khusus untuk iklim Jakarta:
Musim hujan: Pastikan pot tidak tergenang air.
Musim kemarau: Siram tanaman lebih rutin, karena kayu bengkirai bisa menyerap panas.
Perawatan sederhana ini bikin pot kayu bengkirail bisa awet 5 tahun lebih!
Di Mana Bisa Jual Kayu Bengkirai dan Jual Kayu di Jakarta untuk Proyek DIY 🏬
Kalau kamu nggak punya sisa kayu, atau mau membuat banyak pot untuk dijual lagi, beli bahan baru adalah pilihan.
Kapan sebaiknya beli kayu baru?
Kalau mau hasil seragam dan rapi.
Untuk produksi beberapa pot sekaligus.
Kalau sisa kayu yang ada tidak cukup atau berkualitas buruk.
Tempat mencari bahan:
Supplier kayu Jakarta khusus yang jual kayu bengkirai.
Toko bangunan besar yang punya divisi kayu.
Langsung ke gudang kayu di daerah Jakarta Timur atau Tangerang.
Tips membeli:
Tanya stok: Pastikan ada kayu bengkirai dengan ukuran yang kamu butuhkan.
Cek kadar air: Pilih yang sudah kering (lebih ringan, tidak beruap air).
Minta potong di tempat: Banyak toko jual kayu terdekat yang mau memotong sesuai ukuran yang kita inginkan (biasanya ada biaya tambahan).
Beli secukupnya: Hitung kebutuhan proyek, beli sedikit lebih banyak untuk antisipasi salah potong.
Untuk kebutuhan kayu bengkirai berkualitas dengan layanan potong dan pengiriman di area Jakarta, kamu bisa menghubungi penyedia terpercaya seperti Jualkayu.co.id. Mereka spesialis kayu keras untuk berbagai proyek, termasuk DIY kreatif seperti ini. Atau, bisa juga langsung Hubungi Kami Di Link Berikut ini “https://jualkayu.co.id/hubungi-kami/” untuk konsultasi gratis dan penawaran harga terbaik.
Penutup: Ringkasannya dan Ajakan Praktis untuk Mulai 🎉
Mari kita rangkum tutorial sederhana ini:
Pilih sisa kayu bengkirai yang masih layak.
Potong sesuai desain yang diinginkan.
Amplas hingga halus dan aman.
Rakit dengan sekrup dan lem.
Buat sistem drainase yang baik.
Finishing sesuai lokasi pemakaian.
Hasilnya? Pot bunga dari kayu bengkirai yang kuat, estetik, dan ramah lingkungan. Kamu sudah menyelamatkan limbah kayu bernilai tinggi menjadi sesuatu yang fungsional dan indah.
Ajakan untuk kamu:
Ambil sisa kayu bengkirai yang ada di gudang minggu ini.
Coba buat pot kotak kecil dulu.
Kalau sudah berhasil, naik level ke pembuatan pot anggrek DIY.
Share hasil karyamu di media sosial, tag #DIYPotKayu!
Ingat, DIY itu tentang proses belajar dan bereksperimen. Nggak harus sempurna dari awal. Yang penting, kamu sudah memulai. Selamat membuat dan semoga tanamannya tumbuh subur! 🌱


