Kayu Bengkirai dan Kelestarian: Antara Mitos & Fakta Ramah Lingkungan

Kayu Bengkirai dan Kelestarian

Pernah nggak sih, Anda lagi asyik ngebayangin teras rumah impian dengan decking kayu yang keren, lalu tiba-tiba muncul pertanyaan mengganggu: “Jual Kayu Bengkirai sih banyak, tapi kok rasanya bersalah kalau nggak tahu asal-usulnya? Apakah kayu sekelas bengkirai ini tetap dianggap kayu ramah lingkungan?”

Tenang, Anda nggak sendirian. Banyak orang yang jatuh cinta pada kekuatan dan keindahan kayu bengkirai, tapi juga galau soal dampaknya terhadap hutan. Artikel ini bakal jadi temen ngobrol kita buat bongkar tuntas semua pertanyaan itu. Kita akan bedah tuntas mulai dari asal-usulnya, dampak ekologisnya, cara memilih jual kayu bengkirai yang bertanggung jawab, sampai alternatifnya. Jadi, nggak cuma sekadar beli kayu, tapi juga ikut menjaga bumi tetap hijau. Siap? Mari kita mulai petualangan ini!

🌳 Apa Itu Kayu Bengkirai (Bangkirai) dan Kenapa Banyak Dicari?

Coba bayangkan Anda sedang berjalan di atas dermaga kayu yang kokoh di tepi pantai, atau duduk santai di gazebo taman yang teduh. Kemungkinan besar, kayu yang Anda pijak atau sentuh itu adalah kayu bengkirai. Kayu ini memang terkenal sebagai jawara di dunia kayu outdoor .

Secara ilmiah, bengkirai adalah jenis kayu keras tropis yang termasuk dalam genus Shorea, masih satu keluarga dengan meranti. Tapi jangan salah, meski satu keluarga, bengkirai punya “nyali” yang berbeda. Kayu ini punya tingkat kekerasan dan keawetan alami yang sangat tinggi, masuk dalam kelas awet I – II (kelas tertinggi untuk ketahanan kayu) .

🏆 Karakter Unggulan Kayu Bengkirai:

  • Warna dan Serat: Khas dengan warna kuning kecoklatan yang hangat. Seratnya lurus atau terkadang terpadu, memberikan tekstur halus hingga agak kasar yang eksotis .

  • Tahan Segala Cuaca: Dari terik matahari sampai hujan deras, bahkan untuk konstruksi air seperti kapal dan dermaga, bengkirai terbukti bandel .

  • Rendah Penyusutan: Nggak mudah berubah bentuk atau retak, jadi sangat stabil untuk konstruksi .

  • Anti Rayap Alami: Kandungan alami dalam kayunya membuat serangga enggan mendekat .

Fun Fact: Karena ketahanannya yang luar biasa, kayu bengkirai sering dipakai untuk bantalan rel kereta api dan jembatan. Kuat banget, kan?

Kombinasi kekuatan dan estetika inilah yang membuat pasar jual kayu bengkirai selalu bergairah. Orang rela merogoh kocek lebih dalam karena tahu ini adalah investasi jangka panjang. Bayangkan, decking dari bengkirai bisa bertahan puluhan tahun dengan perawatan yang tepat. Bandingkan dengan kayu lunak yang mungkin harus diganti setiap 5-10 tahun. Dari sisi biaya dan sumber daya, bengkirai jelas lebih hemat.

Namun, di balik popularitasnya, selalu ada pertanyaan besar yang menggantung: Dari mana asalnya dan apakah sumbernya lestari?

🌍 Apa yang Dimaksud “Kayu Ramah Lingkungan” dalam Praktik?

Seringkali kita terjebak pada istilah “ramah lingkungan” yang terdengar abstrak. Padahal, dalam praktiknya, ini adalah konsep yang sangat nyata dan terukur. “Kayu ramah lingkungan” bukan cuma soal “pohonnya ditebang terus ditanam lagi”, tapi lebih dari itu. Mari kita bedah dengan cerita sederhana.

Ibarat Membeli Kopi: Kopi yang ramah lingkungan bukan cuma biji kopinya enak, tapi petaninya dibayar adil, lahannya dikelola tanpa merusak ekosistem, dan proses pengirimannya nggak boros bahan bakar. Sama persis dengan kayu!

Berikut adalah kriteria utama kayu bisa disebut “ramah lingkungan” :

1. Legalitas Penebangan 📜

Ini adalah syarat mutlak. Kayu legal berarti ditebang berdasarkan aturan yang berlaku, memiliki izin resmi, dan membayar pajak/pungutan yang benar. Di Indonesia, ini dibuktikan dengan dokumen Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). SVLK adalah bukti bahwa kayu tersebut berasal dari sumber yang sah .

2. Pengelolaan Hutan Lestari 🌲

Kayu bisa disebut lestari jika hutan tempatnya berasal dikelola dengan prinsip-prinsip:

  • Tebang Pilih Tanam: Hanya pohon dengan ukuran tertentu yang ditebang, lalu segera dilakukan penanaman kembali.

  • Perlindungan Keanekaragaman Hayati: Area hutan dengan nilai konservasi tinggi (habitat satwa langka, sumber mata air) dilindungi dan tidak ditebang.

  • Kesejahteraan Masyarakat Sekitar: Masyarakat lokal dilibatkan dan mendapat manfaat dari pengelolaan hutan, sehingga mereka ikut menjaga hutan .

3. Jejak Karbon dan Efisiensi Penggunaan 🌡️

Proses pengolahan dan pengangkutan kayu juga menghasilkan emisi karbon. Kayu lokal yang dijual di dalam negeri tentu memiliki jejak karbon lebih rendah dibanding kayu impor. Selain itu, efisiensi penggunaan juga penting. Sebuah jual kayu murah tapi cepat rusak justru tidak ramah lingkungan karena akan lebih cepat menjadi limbah dan membutuhkan kayu baru sebagai pengganti.

Jadi, ketika Anda mencari jual kayu bengkirai, ingatlah bahwa label “ramah lingkungan” adalah sebuah proses dan tanggung jawab bersama, bukan sekadar klaim.

Kayu Bengkirai dan Kelestarian Antara Mitos & Fakta Ramah Lingkungan

📍 Dari Mana Kayu Bengkirai Berasal dan Bagaimana Dampaknya ke Hutan?

Nah, ini dia inti permasalahannya. Sebagian besar asal kayu bengkirai adalah dari hutan tropis Kalimantan dan Sumatra, jantung paru-paru dunia . Bayangkan, pohon-pohon raksasa ini tumbuh selama puluhan hingga ratusan tahun untuk mencapai ukuran yang siap tebang.

Dampak potensial dari penebangan bengkirai bisa sangat buruk jika tidak dikelola dengan baik:

  • Deforestasi dan Degradasi Hutan: Penebangan liar atau berlebihan bisa mengubah hutan lebat menjadi lahan kritis.

  • Hilangnya Habitat: Hutan adalah rumah bagi orangutan, harimau Sumatra, bekantan, dan ribuan spesies lainnya. Ketika pohon bengkirai ditebang, rumah mereka ikut hancur .

  • Konflik Tata Kelola: Rantai pasok yang tidak transparan seringkali mencampur-adukkan kayu legal dan ilegal (pencampuran/mixing). Ini membuat kayu ilegal “dicuci” menjadi seolah-olah legal .

Tapi, tidak semua cerita tentang bengkirai adalah cerita duka. Ada kabar baiknya: bengkirai tidak otomatis “tidak ramah lingkungan”. Sama seperti pisau, dia bisa digunakan untuk hal baik atau buruk, tergantung siapa yang memegangnya. Dampaknya sangat bergantung pada sumber dan tata kelolanya.

Kisah Nyata dari Kalimantan: Sebuah desa di Kalimantan Timur dulu dikenal sebagai salah satu titik panas penebangan liar. Warga hanya jadi penonton, hutan rusak, tapi mereka tetap miskin. Kemudian, sebuah perusahaan kayu legal dengan sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) masuk dan bekerja sama dengan mereka. Perusahaan mengajak warga untuk mengelola hutan desa secara lestari. Warga dilatih menebang dengan teknik yang benar, menanam kembali, dan bahkan mengolah kayu menjadi produk jadi. Sekarang, hutan desa itu terjaga, warga punya penghasilan tetap, dan kayu bengkirai dari desa itu pun laku di pasar internasional dengan harga premium .

Kisah ini membuktikan bahwa kayu bengkirai legal dan lestari itu ada, dan bisa menjadi solusi ekonomi sekaligus ekologi.

✅ Bengkirai Bisa Ramah Lingkungan Jika Memenuhi 3 Syarat Ini

Jadi, kapan kita bisa dengan pede bilang, “Kayu bengkirai yang saya pakai ini ramah lingkungan?” Jawabannya ada di tiga syarat wajib berikut. Anggap saja ini adalah “tiga pilar” yang harus berdiri kokoh.

1. Legalitas yang Jelas dan Terverifikasi ⚖️

Ini adalah fondasi utama. Saat Anda membeli kayu, jangan hanya tanya “berapa harganya?”, tapi juga tanya “mana dokumennya?”. Penjual yang bertanggung jawab akan dengan senang hati menunjukkan bukti legalitas kayu mereka, seperti dokumen SVLK atau bukti kepemilikan yang sah.

2. Berasal dari Pengelolaan Hutan Lestari 🌱

Legalitas adalah syarat perlu, tapi belum cukup. Untuk menjadi ramah lingkungan, kayu harus berasal dari hutan yang dikelola secara lestari. Artinya, hutan tersebut dikelola dengan memperhatikan aspek ekologi (keanekaragaman hayati), ekonomi (keuntungan jangka panjang), dan sosial (kesejahteraan masyarakat). Sertifikasi seperti FSC atau PEFC adalah jaminan bahwa kayu Anda memenuhi standar kelestarian tertinggi .

3. Efisiensi dan Umur Pakai yang Panjang 🔨

Bayangkan Anda membeli dua jenis kayu untuk decking. Kayu A: harga murah 200 ribu/m², tapi harus diganti setiap 5 tahun. Kayu B: harga 450 ribu/m² (seperti kayu bengkirai), tapi bisa bertahan 20 tahun dengan perawatan minim. Mana yang lebih ramah lingkungan?

  • Kayu A: Dalam 20 tahun, Anda perlu membeli kayu 4 kali, total 800 ribu/m². Ini berarti konsumsi kayu 4 kali lipat, proses pengiriman 4 kali lipat, dan limbah 4 kali lipat.

  • Kayu B: Sekali beli, sekali pakai, sekali limbah di akhir hayatnya.

Jelas, kayu yang lebih awet dan tahan lama, meskipun harga awalnya mahal, seringkali merupakan pilihan yang lebih hijau dalam jangka panjang. Jadi, investasi pada kualitas adalah investasi pada kelestarian.

🔖 Sertifikasi & Dokumen yang Perlu Dicek Saat Anda Jual/Beli Kayu Bengkirai

Nah, sekarang kita masuk ke area yang paling teknis, tapi tenang, akan saya buat sesimpel mungkin. Ini adalah “senjata rahasia” Anda agar tidak tertipu. Berikut panduan dokumen dan sertifikasi yang perlu Anda ketahui.

Tabel Perbandingan Sertifikasi dan Dokumen Kayu

Nama Dokumen/SertifikasiPenjelasan SingkatUntuk Siapa?Cara Cek Sederhana
SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)Wajib oleh pemerintah Indonesia. Bukti bahwa kayu diperdagangkan secara legal. Diperlukan untuk ekspor dan peredaran dalam negeri .Semua pelaku usaha kayu di Indonesia.Minta sertifikat SVLK atau dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan kayu.
FSC (Forest Stewardship Council)Sertifikasi internasional sukarela. Standar tertinggi untuk pengelolaan hutan lestari, termasuk aspek sosial dan lingkungan yang ketat .Perusahaan yang menargetkan pasar global sensitif (Eropa, AS).Cari logo FSC pada produk atau dokumen. Cek nomor sertifikat di situs info.fsc.org.
PEFC (Programme for Endorsement of Forest Certification)Sertifikasi internasional sukarela lainnya. Saling diakui dengan skema sertifikasi nasional di berbagai negara .Perusahaan dengan hutan tanaman atau hutan alam yang dikelola lestari.Mirip dengan FSC, cek logo dan nomor sertifikat di situs resmi PEFC.
V-Legal (dulu)Dokumen yang menyertai SVLK untuk ekspor. Meski aturan ekspor terbaru tidak mewajibkannya, V-Legal/FLEGT license masih menjadi tiket utama untuk pasar Uni Eropa .Eksportir kayu.Cek pada dokumen pengapalan.

💡 Red Flags yang Harus Diwaspadai:

  • Penjual tidak bisa menunjukkan dokumen apa pun saat diminta.

  • Harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar wajar. Kayu murah tanpa dokumen patut dicurigai.

  • Penjual menghindar saat ditanya asal-usul kayu.

  • Stok selalu besar dalam jumlah yang tidak wajar untuk ukuran pengecer biasa.

💰 Jual Kayu Murah vs Jual Kayu yang Bertanggung Jawab: Apa Bedanya?

Di dunia jual kayu, kata “murah” itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, semua orang suka harga murah. Di sisi lain, kemurahan yang tidak masuk akal seringkali menyembunyikan biaya besar di masa depan.

Ekspektasi vs Realita “Kayu Murah”:

  • Yang Diharapkan: Harga beli rendah, menghemat anggaran proyek.

  • Realita yang Mungkin Terjadi: Kayu dengan kadar air tinggi (nggak kering sempurna) yang bikin dia mudah melengkung, retak, dan lapuk. Akibatnya, banyak material terbuang, umur pakai pendek, dan Anda malah keluar biaya lebih besar untuk perbaikan atau penggantian.

Jual kayu yang bertanggung jawab tidak selalu berarti paling mahal, tapi dia menawarkan transparansi dan nilai:

  1. Grade dan Kualitas Jelas: Penjual menjelaskan apakah kayu tersebut grade A (minim cacat), grade B, atau grade C. Anda bisa memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.

  2. Spesifikasi Teknis Terukur: Informasi seperti kadar air (ideal 12-15%), metode pengeringan (kiln-dry atau air-dry), dan ukuran pasti disampaikan dengan jelas .

  3. Harga Kompetitif yang Wajar: Harganya bersaing, tapi disertai dengan jaminan kualitas dan legalitas. Anda membayar untuk ketenangan pikiran.

Jadi, saat mencari jual kayu murah, ubah pola pikir Anda. Jangan cari yang “termurah”, tapi carilah yang “paling ekonomis” dalam jangka panjang. Harga kompetitif + dokumen jelas + spesifikasi transparan adalah formula jitu untuk pembelian yang cerdas dan bertanggung jawab.

📝 Cara Memilih Penjual Kayu Bengkirai yang Lebih “Hijau” (Checklist Pembeli)

Oke, sekarang saatnya aksi! Anda sudah punya bekal pengetahuan, sekarang mari kita praktikkan dengan checklist sederhana. Anggap ini sebagai panduan detektif kayu Anda.

Checklist 5 Langkah Memilih Supplier Kayu Bengkirai

✅ 1. Uji Transparansi Asal Kayu
Tanyakan dengan sopan: “Pak/Bu, boleh saya lihat bukti legalitas atau dokumen asal-usul kayunya?” Perhatikan reaksinya. Penjual yang baik akan dengan bangga menunjukkannya, bukan malah defensif.

✅ 2. Tanya Spesifikasi Teknis Kayu
Jangan hanya lihat fisik. Tanyakan:

  • “Kadar airnya berapa persen?”

  • “Ini grade apa?”

  • “Proses pengeringannya bagaimana? Pakai oven (kiln-dry) atau dijemur (air-dry)?”

✅ 3. Minta Bukti Fisik atau Kunjungan Gudang
Foto dan video stok di gudang asli (bukan sekadar foto katalog) bisa jadi bukti awal. Jika memungkinkan, datang langsung ke gudang untuk melihat dan memilih sendiri kayunya. Ini cara paling ampuh menghindari penipuan.

✅ 4. Tanya Kebijakan Purna Jual
“Bagaimana kalau kayunya nanti ada cacat tersembunyi?” atau “Apakah ada garansi atau kebijakan retur?” Supplier yang profesional biasanya punya standar sortasi yang ketat sehingga risiko komplain kecil, tapi tetap punya solusi jika ada masalah.

✅ 5. Minta Saran Penggunaan
Penjual yang ahli dan bertanggung jawab biasanya akan bertanya balik: “Kayunya mau dipakai untuk apa? Di daerah pantai atau pegunungan?” Dari situ, mereka bisa merekomendasikan grade dan perlakuan yang paling sesuai.

Dengan checklist ini, Anda bukan hanya pembeli, tapi juga mitra yang cerdas bagi penjual yang berintegritas.

Artikel Terkait: Rahasia Bengkirai Kelas I: Kayu Super yang Bisa Awet Puluhan Tahun!

🛠️ Tips Mengurangi Dampak Lingkungan Saat Menggunakan Kayu Bengkirai

Setelah kayu sampai di lokasi proyek, tanggung jawab Anda sebagai pengguna belum selesai. Cara Anda memasang, merawat, dan memanfaatkan kayu juga sangat menentukan seberapa “hijau” proyek Anda. Berikut adalah tipsnya:

  1. Desain Cermat, Material Hemat 📐
    Hitung kebutuhan kayu dengan sermat. Buat gambar detail agar Anda bisa memesan ukuran yang pas, sehingga sisa potongan (waste) bisa diminimalkan.

  2. Metode Pemasangan yang Tepat 🔨
    Cara memasang kayu outdoor itu penting. Pastikan ada celah antar papan untuk sirkulasi udara dan ekspansi kayu. Hindari kontak langsung dengan tanah atau genangan air agar kayu tidak cepat lapuk. Gunakan stainless steel screw agar tidak berkarat.

  3. Rawat dengan Produk Tepat 🧴
    Kayu bengkirai butuh “vitamin”, bukan “obat kimia keras”. Untuk area terpapar, gunakan minyak kayu khusus outdoor atau wood stain yang ramah lingkungan. Hindari cat berbasis air yang bisa memerangkap uap air di dalam kayu .

    Rahasia Perawatan dari Tukang Kayu Senior: Campurkan 1 bagian beeswax (malam lebah) dengan 2 bagian linseed oil dan sedikit minyak jeruk. Oleskan tipis-tipis pada kayu yang sudah bersih. Ini adalah formula alami yang akan membuat bengkirai Anda bersinar dan terlindungi .

  4. Jadwal Perawatan Rutin 📅
    Lakukan perawatan rutin setahun sekali. Bersihkan decking dari lumut dan kotoran, lalu aplikasikan ulang lapisan pelindung .

  5. Manfaatkan Sisa Kayu ♻️
    Jangan buang sisa potongan! Mereka bisa disulap menjadi pot bunga mini, lis dinding, rak kecil, atau bahkan mainan anak. Kreativitas Anda adalah batasnya.

♻️ Alternatif Bila Anda Mengutamakan Kelestarian (Tanpa Mengorbankan Kekuatan)

Mungkin setelah membaca semua ini, Anda bertanya-tanya, “Apakah ada pilihan lain selain bengkirai yang juga kuat dan lebih ramah lingkungan?” Tentu saja ada. Setiap material punya kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa alternatif yang bisa Anda pertimbangkan.

Tabel Perbandingan Material Outdoor

MaterialKelebihanKekuranganCocok Untuk
Kayu Bengkirai (Bersertifikat)Kuat, awet, estetika alami tinggi, nilai investasi.Harga premium, perlu perawatan berkala.Proyek yang mengutamakan keindahan & kekuatan alami, dengan anggaran cukup.
Kayu Lokal Lain (Misal: Merbau, Sungkai)Tersedia di dalam negeri, jejak karbon lebih rendah, harga bervariasi.Tingkat keawetan dan kekuatan bisa berbeda-beda, perlu seleksi ketat.Alternatif dengan spesifikasi yang disesuaikan kebutuhan, jika bengkirai overspec.
Kayu Rekayasa (Engineered Wood)Lebih stabil, bisa memanfaatkan kayu cepat tumbuh, tersedia dalam ukuran besar.Butuh energi untuk produksi, penggunaan perekat (perhatikan emisi formaldehida).Struktur tertentu (glulam), furniture, panel dekoratif.
Material Komposit (Plastic Wood/WPC)Anti rayap, minim perawatan, bisa dari plastik daur ulang.Tampilan kurang alami, bisa memuai karena panas, sulit diperbaiki, sulit didaur ulang di akhir pakai.Decking di area dengan perawatan minimal, seperti kolam renang atau taman .
Conwood (Semen & Serat Kayu)Ramah lingkungan, tapi gunakan semen. Tahan rayap, api, dan cuaca. Tampilan mirip kayu .Bobot lebih berat, terasa dingin seperti batu, tidak sefleksibel kayu solid.Pelapis dinding, plafon, elemen taman yang tidak menahan beban berat .

Panduan Memilih:

  • Jika Anda menginginkan keindahan alami dan kekuatan maksimal, dan Anda siap merawatnya, kayu bengkirai bersertifikat adalah pilihan terbaik.

  • Jika Anda mencari alternatif dengan jejak karbon lebih rendah, coba eksplor kayu lokal lain yang sesuai dengan kebutuhan teknis Anda.

  • Jika prioritas Anda adalah perawatan super mudah, material komposit atau Conwood bisa jadi solusi, meski dengan kompromi pada estetika alami.

💡 Kesimpulan: Jadi, Apakah Kayu Bengkirai Termasuk Ramah Lingkungan?

Jadi, setelah perjalanan panjang kita, kita kembali ke pertanyaan awal: Apakah kayu bengkirai ramah lingkungan?

Jawabannya adalah: Ya, BISA. Tapi dengan catatan besar. Sama seperti pisau, kayu bukanlah entitas yang hitam-putih. Kayu bengkirai bisa menjadi pilihan yang sangat ramah lingkungan jika:

  1. Asalnya Jelas: Ia berasal dari sumber legal dan memiliki dokumen seperti SVLK .

  2. Dikelola Lestari: Ia ditebang dari hutan yang dikelola dengan prinsip lestari, diakui oleh sertifikasi seperti FSC atau PEFC .

  3. Digunakan dengan Bijak: Ia dipasang dengan benar, dirawat secara rutin, dan dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga memiliki umur pakai yang panjang, mengurangi kebutuhan akan kayu baru di masa depan .

Jika salah satu dari tiga syarat ini tidak terpenuhi, maka jejak ekologis kayu bengkirai bisa menjadi sangat negatif, berkontribusi pada deforestasi dan kerusakan lingkungan .

Pada akhirnya, kelestarian bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan kayu, tapi juga tanggung jawab kita sebagai konsumen. Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membeli kayu adalah “suara” yang kita berikan untuk praktik kehutanan tertentu. Dukung selalu penjual yang transparan dan bertanggung jawab.

📊 Infografis Singkat: 3 Pilar Kayu Bengkirai Ramah Lingkungan

+---------------------------+
|   KAYU BENGKIRAI RAMAH    |
|        LINGKUNGAN         |
+---------------------------+
|                            |
|   [Ikon Gavel]            |
|  ⚖️ 1. LEGALITAS TEGUH    |
|      (Dokumen Jelas,       |
|       Bebas Ilegal)        |
|                            |
|   [Ikon Hutan]            |
|  🌳 2. KELESTARIAN HUTAN  |
|      (Sertifikasi FSC/     |
|       PEFC, Tebang Pilih)  |
|                            |
|   [Ikon Jam & Palu]       |
|  🛠️ 3. PENGGUNAAN EFEKTIF |
|      (Pemasangan Benar,    |
|       Perawatan Rutin,      |
|       Umur Panjang)        |
|                            |
+---------------------------+
        HASILNYA:
    PROYEK KUAT & HIJAU!

❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Q: Berapa harga kayu bengkirai per meter kubik?
A: Harga sangat bervariasi tergantung grade, ukuran, dan lokasi. Secara umum, kisaran harganya bisa dimulai dari Rp 12 juta hingga Rp 20 juta per meter kubik atau lebih untuk kualitas terbaik . Jangan tergiur harga yang terlalu murah tanpa dokumen jelas.

Q: Apakah kayu bengkirai tahan rayap?
A: Ya, sangat tahan. Berkat kandungan alami dan kelas keawetannya yang tinggi (kelas I-II), bengkirai secara alami tidak disukai rayap dan jamur .

Q: Bagaimana cara membedakan kayu bengkirai asli dan palsu?
A: Perhatikan ciri-cirinya: warna kuning kecoklatan, serat lurus atau terpadu, tekstur halus sampai agak kasar, permukaan agak licin dan mengkilap, serta berat dan padat . Membeli dari penjual terpercaya juga mengurangi risiko palsu.

Q: Apa bedanya kayu bengkirai dengan kayu ulin?
A: Sama-sama kuat dan awet. Ulin (kayu besi) cenderung lebih berat dan lebih hitam, serta kandungan minyaknya lebih tinggi sehingga lebih tahan air asin. Bengkirai warnanya lebih kuning dan sedikit lebih mudah diolah. Keduanya sama-sama bagus untuk outdoor .

Q: Apakah boleh mengecat kayu bengkirai?
A: Boleh, tapi tidak disarankan untuk aplikasi outdoor karena cat dapat mengelupas dan memerangkap kelembaban. Lebih disarankan menggunakan minyak kayu (wood oil) atau stain yang bersifat transparan atau semi-transparan, sehingga pori-pori kayu tetap bisa “bernapas” .

Q: Bagaimana cara merawat kayu bengkirai yang sudah berubah warna menjadi abu-abu?
A: Warna abu-abu adalah proses alami akibat paparan UV (weathering). Jika ingin mengembalikan warna aslinya, Anda bisa mengamplas tipis permukaan kayu, lalu aplikasikan kembali minyak kayu atau stain .


Untuk Jual Kayu Murah, Jual Kayu Bengkirai, dan Anda bisa menghubungi penyedia layanan terpercaya seperti jualkayu.co.id atau situs Jual Kayu Marijo (melalui Instagram atau di nomor WhatsApp 6281298589453).

5/5 - (1 vote)