Dilema pilih decking bengkirai atau komposit? Kami bandingkan total harga kayu bengkirai, biaya pasang, & perawatan hingga 10 tahun. Cari jual kayu terdekat? Baca dulu!
Pendahuluan: Cerita dari Dua Decking yang Berbeda Nasib
Beberapa tahun lalu, saya mengunjungi dua rumah teman di kawasan yang sama. Keduanya memiliki decking luar ruangan yang dibangun hampir bersamaan. Rumah pertama, milik Pak Andi, memilih decking bengkirai. Rumah kedua, milik Bu Sari, memasang decking komposit.
Saat itu, decking Bu Sari terlihat sempurna: rapi, warna seragam, dan modern. Decking Pak Andi terlihat natural dengan serat kayu jelas, tapi sudah ada tanda perubahan warna.
Tiga tahun kemudian, saya kembali. Pemandangannya berbeda. Decking komposit Bu Sari masih rapi, tapi warnanya agak pudar dan terasa panas saat diinjak siang hari. Sedangkan decking bengkirai Pak Andi telah berubah menjadi abu-abu keperakan yang elegan. Terasa sejuk, dan meski ada beberapa retak rambut alami, karakternya justru makin kuat.
Ini memicu pertanyaan besar: Manakah yang lebih hemat dalam jangka panjang? Mana yang lebih awet? Artikel ini akan membedah duel seru antara decking bengkirai yang alami dan decking komposit yang modern. Kita akan hitung semua biaya, dari beli sampai rawat. Jika Anda sedang mencari jual kayu terdekat atau membandingkan harga kayu bengkirai, simak baik-baik.
Bab 1: Mengenal Kontestan: Si Alami vs Si Rekayasa
Decking Bengkirai: Kekuatan dari Hutan Tropis
Decking bengkirai adalah produk alami dari pohon Shorea laevis. Ini kayu keras (kelas kuat I) asli Indonesia. Keunggulannya terletak pada:
Ketahanan Luar Biasa: Sangat tahan terhadap cuaca, rayap, dan jamur berkat kandungan minyak alaminya. Ini membuatnya jadi primadona decking outdoor.
Karakter Unik: Warna awal kuning kecoklatan akan berubah secara natural menjadi abu-abu keperakan jika dibiarkan. Proses weathering ini justru menambah nilai estetika natural.
Feel yang Tak Tertandingi: Tekstur hangat dan sejuk di kaki, tidak licin, dan memberikan nuansa organik yang otentik.
Isu Lingkungan: Jika berasal dari sumber bersertifikat legal (SVLK), ini adalah pilihan renewable resource.
Decking Komposit: Inovasi Modern yang Praktis
Decking komposit terbuat dari campuran serbuk kayu (atau serat lainnya) dan plastik (biasanya HDPE atau PVC). Hasilnya adalah material buatan dengan sifat yang dikendalikan.
Konsistensi & Kemudahan: Tampilan seragam, warna stabil, dan minim perawatan. Cukup dicuci dengan sabun.
Variasi Desain: Tersedia dalam banyak warna dan tekstur (ada yang meniru serat kayu).
Ramah Perawatan: Tidak perlu di-stain, di-oil, atau di-varnish secara rutin seperti decking kayu bengkirai.
Isu Lingkungan: Menggunakan daur ulang plastik, namun proses produksinya membutuhkan energi dan akhir masa pakainya masih jadi pertanyaan.
Bab 2: Analisis Biaya Awal: Harga Material & Pemasangan
Inilah pertimbangan pertama kebanyakan orang. Saat Anda mencari jual kayu terdekat atau menanyakan harga kayu bengkirai, bandingkan dengan angka ini.
1. Harga Material Per Meter Persegi
Decking Bengkirai: Harga kayu bengkirai untuk decking berkisar antara Rp 600.000 – Rp 1,2 juta per m² (tergantung grade, ketebalan, dan apakah sudah kering tanur). Grade A lebih mahal, Grade B lebih ekonomis.
Contoh: Untuk decking 20m², biaya material bengkirai sekitar Rp 12 – 24 juta.
Decking Komposit: Harganya bervariasi berdasarkan kualitas.
Komposit Density Rendah (rongga): Rp 800.000 – Rp 1,4 juta/m².
Komposit High-Density (padat): Rp 1,5 juta – Rp 2,5 juta/m².
Contoh: Decking 20m² dengan komposit mid-range, biaya material sekitar Rp 20 – 30 juta.
📊 Point Awal: Dari sisi material, harga kayu bengkirai seringkali lebih rendah daripada komposit padat berkualitas sebanding.
2. Biaya Pemasangan (Installation Cost)
Decking Bengkirai: Memerlukan tenaga yang memahami karakter kayu. Harus ada spacing (celah muai), pengeboran pilot hole untuk mencegah pecah, dan pemasangan sekrup khusus. Biaya pasang berkisar Rp 150.000 – Rp 300.000/m².
Decking Komposit: Sistem pasang lebih cepat dengan sistem clip atau sekrup tersembunyi. Namun, sistem under-structure-nya (biasanya dari aluminium) bisa mahal. Biaya pasang sistem lengkap bisa Rp 200.000 – Rp 400.000/m².
📊 Intisari: Biaya pemasangan bisa setara atau lebih mahal untuk sistem komposit yang rapi. Struktur rangka adalah kunci.
Artikel Terkait:Kayu Bengkirai 5 Tahun Lalu: Investasi yang Menyesal atau Tetap Kuat?
Bab 3: Analisis Biaya Jangka Panjang: Perawatan, Perbaikan, & Umur Pakai
Di sinilah perhitungan sesungguhnya dimulai. Mari kita hitung selama 10 tahun.
1. Siklus & Biaya Perawatan
Decking Bengkirai:
Perawatan: Membutuhkan perawatan rutin jika Anda ingin mempertahankan warna aslinya.
Jadwal & Biaya: Aplikasi decking oil atau wood protector setiap 1-2 tahun. Biaya material dan aplikasi sekitar Rp 50.000 – Rp 100.000/m² per perawatan.
Total 10 Tahun (diasumsikan 5x perawatan): Tambahan Rp 250.000 – Rp 500.000/m².
Catatan: Jika Anda membiarkannya berubah warna alami (natural grey), biaya perawatan mendekati NOL. Cukup dibersihkan dengan air bertekanan tinggi (power wash) sesekali.
Decking Komposit:
Perawatan: Diklaim “minim perawatan”. Cukup disapu dan dicuci dengan sabun.
Jadwal & Biaya: Biaya sabun dan tenaga sendiri. Bisa kita anggap Rp 10.000/m²/tahun.
Total 10 Tahun: Tambahan Rp 100.000/m².
📊 Poin Penting: Jika Anda suka gaya natural grey, decking bengkirai bisa lebih hemat perawatan. Jika ingin warna tetap, komposit unggul.
2. Potensi Perbaikan & Daya Tahan (Durability)
Decking Bengkirai:
Kelemahan: Bisa mengalami checking (retak rambut), pelengkungan (warping) jika pemasangan salah, atau perubahan warna tidak merata.
Perbaikan: Mudah! Papan bisa diganti satu per satu. Bisa diampelas ulang dan di-finishing kembali jika sudah terlalu tua. Ini memperpanjang umur pakai secara signifikan.
Umur Pakai: Dengan perawatan yang tepat, decking bengkirai dapat bertahan 15-25 tahun bahkan lebih.
Decking Komposit:
Kelemahan: Bisa melengkung jika struktur kurang kuat. Warna bisa pudar (fading) akibat UV. Permukaan bisa tergores dan sulit diperbaiki. Beberapa tipe murah bisa berlumut.
Perbaikan: Sulit. Jika rusak, papan harus dibongkar dari sistem clip. Pewarnaan ulang tidak mungkin. Pencoklatan tidak merata.
Umur Pakai: Garansi produsen biasanya 10-25 tahun. Namun, performa estetika (warna) seringkali menurun sebelum umur teknisnya habis.
Bab 4: Perbandingan Langsung: 5 Aspek Penting Lainnya
1. Kenyamanan & Keamanan
Bengkirai: Terasa sejuk di siang hari, tidak menyimpan panas. Tekstur alaminya memberikan grip yang baik, anti licin meski basah.
Komposit: Cenderung menyerap panas dan bisa sangat panas di siang hari. Beberapa tipe permukaannya licin saat basah atau berdebu.
2. Estetika & Nilian Seni
Bengkirai: Menawarkan keindahan organik, tidak ada dua papan yang sama. Memberikan karakter dan kehangatan yang otentik. Cocok untuk gaya rustic, tropis, natural.
Komposit: Tampilan seragam, rapi, dan modern. Cocok untuk gaya minimalist dan kontemporer. Tapi bisa terlihat “buatan” atau generik.
3. Dampak Lingkungan
Bengkirai: Kayu alami, terbarukan, dan biodegradable. Pilih yang bersertifikat SVLK/legal. Menyimpan karbon.
Komposit: Menggunakan plastik daur ulang (plus), tetapi sulit/tidak bisa didaur ulang lagi di akhir masa pakai. Proses produksinya intensif energi.
4. Fleksibilitas Desain
Bengkirai: Sangat fleksibel. Bisa dipotong, dibentuk, dan difinishing dengan berbagai cara. Cocok untuk desain tidak beraturan.
Komposit: Lebih terbatas pada sistem dan aksesori yang disediakan produsen. Pemasangan di area tidak beraturan lebih sulit.
5. Nilai Jual Properti
Bengkirai: Memberikan nilai tambah “premium natural material” yang dihargai pasar properti tertentu.
Komposit: Dapat dipandang sebagai fitur modern dan praktis, tetapi tidak selalu meningkatkan nilai secara signifikan.
Infografis: Ringkasan Perbandingan 10 Tahun
| Aspek | Decking Bengkirai 🪵 | Decking Komposites 🧩 |
|---|---|---|
| Biaya Awal (Material) | Rp 600K – 1,2 Juta/m² | Rp 1,5Jt – 2,5 Juta/m² (HD) |
| Biaya Pasang | Rp 150K – 300K/m² | Rp 200K – 400K/m² (sistem) |
| Biaya Perawatan 10 Thn | Rp 0 (natural grey) – 500K/m² (di-oil) | ~ Rp 100K/m² (cleaning) |
| Perbaikan | Mudah – bisa diganti, diampelas | Sulit – harus ganti panel |
| Umur Pakai | 15-25+ tahun (dengan rawat) | 10-25 tahun (tergantung kualitas) |
| Kenyamanan | Sejuk, anti licin | Panas, bisa licin |
| Estetika | Natural, berkarakter, hangat | Rapi, seragam, modern |
| Lingkungan | Renewable, biodegradable (pilih SVLK) | Pakai plastik daur ulang, sulit recycle |
Orang Juga Menelusuri:
harga decking kayu bengkirai per meter
kelemahan decking komposit
decking kayu vs komposit mana yang bagus
cara merawat decking bengkirai agar awet
jual decking komposit murah
biaya pasang decking kayu
FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan
❓ Mana yang lebih awet, decking bengkirai atau komposit?
Dari segi umur pakai struktural, keduanya bisa setara (10-25 tahun). Namun, decking bengkirai memiliki keunggulan karena bisa diperbarui dengan pengamplasan. Decking komposit saat sudah rusak atau pudar parah, harus diganti total. Jadi, dari sisi “keawetan aktif”, bengkirai lebih unggul.
❓ Apakah harga kayu bengkirai untuk decking lebih murah dari komposit?
Ya, secara material, harga kayu bengkirai umumnya lebih rendah daripada decking komposit high-density berkualitas baik. Biaya awal proyek Anda bisa lebih hemat dengan memilih decking bengkirai grade B yang tetap sangat kuat.
❓ Decking bengkirai harus dirawat rutin, tidak merepotkan?
Tergantung pilihan Anda. Jika Anda menyukai warna alami abu-abu keperakan, perawatannya sangat mudah: cukup dibersihkan sesekali. Jika ingin warna kayu tetap, perlu di-oil setiap 1-2 tahun. Ini mirip merawat furnitur kayu di teras.
❓ Apakah decking komposit benar-benar bebas perawatan?
Tidak sepenuhnya. Komposit tetap perlu dibersihkan secara teratur dari kotoran dan lumut. Yang benar adalah “minim perawatan” karena tidak perlu di-stain atau di-oil. Namun, warnanya bisa pudar dan tidak bisa dipulihkan.
❓ Di mana saya bisa mendapatkan material berkualitas? Untuk bengkirai, apakah ada rekomendasi jual kayu terdekat yang terpercaya?
Pilih supplier yang memiliki reputasi baik dan bisa memberikan sertifikat keaslian/kualitas. Untuk kayu, pastikan memiliki sertifikat SVLK. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan ahli untuk mendapatkan hasil terbaik. Hubungi Kami Di Link https://jualkayu.co.id/hubungi-kami/ untuk konsultasi dan penawaran material decking bengkirai berkualitas.
Kesimpulan: Jadi, Pemenangnya adalah…
Setelah analisis mendalam, kita kembali ke cerita Pak Andi dan Bu Sari. Decking Pak Andi (bengkirai) sekarang berusia 8 tahun. Dia memilih membiarkannya menjadi abu-abu natural. Biaya perawatan hampir nol. Decking-nya masih kokoh, sejuk, dan penuh karakter.
Decking Bu Sari (komposit) juga masih berdiri. Tapi warnanya sudah agak pudar dan terasa panas. Dia mulai khawatir tentang bagaimana kondisi decking 5 tahun lagi, karena tidak mungkin direvitalisasi.
Jadi, mana yang lebih hemat dalam 10 tahun?
Pilih DECKING BENGKIRAI jika: Anda mencintai keindahan alam, mengutamakan kenyamanan (sejuk & anti licin), ingin fleksibilitas desain, dan bersedia melakukan perawatan ringan (atau memilih gaya natural grey). Investasi awal lebih rendah, dan materialnya bisa “diperpanjang umurnya”. Cocok untuk mereka yang melihat properti sebagai warisan.
Pilih DECKING KOMPOSIT jika: Anda sangat sibuk dan mengutamakan kemudahan, menyukai tampilan seragam-modern, tidak masalah dengan permukaan yang lebih panas, dan memiliki budget awal yang lebih besar. Pilih kualitas high-density dengan garansi panjang.
Keputusan akhir ada di tangan Anda. Pertimbangkan gaya hidup, estetika yang diinginkan, budget jangka panjang, dan nilai-nilai yang Anda pegang (seperti keberlanjutan).
Sebelum memutuskan, kunjungi proyek nyata yang menggunakan kedua material tersebut. Rasakan sendiri perbedaannya. Dan jika Anda cenderung pada kekuatan dan karakter alamiah decking bengkirai, pastikan Anda mendapatkannya dari sumber terpercaya. Hubungi Kami Di Link https://jualkayu.co.id/hubungi-kami/ untuk diskusi lebih lanjut mengenai kebutuhan decking outdoor impian Anda. Pilih bijak, nikmati hasilnya selama puluhan tahun.

